Bali sebagai destinasi wisata yang siap bersaing di era global

Tujuan wisata terpopuler Indonesia yang terkenal hingga mancanegara menjadikan Pulau Bali sebagai icon pariwisata Indonesia. Memiliki beraneka potensi pariwisata berupa wisata pantai seperti pantai Kuta yang sangat terkenal dengan sunset dan surfing, wisata alam, wisata seni dan budaya, juga wisata belanja seperti kawasan Legian dan Seminyak. Pulau Bali juga dikenal sebagai Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura. Bagi para wisatawan, Pulau Bali adalah surga wisata yang tiada duanya.

Bali yang juga sering disebut Pulau Dewata ini selalu menarik untuk dikunjungi karena banyaknya akomodasi hotel, destinasi wisata yang unik, keindahan alam yang masih sangat terawat, juga pantainya selalu menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin berlibur. Selain terkenal dengan objek wisata alamnya, Bali juga terkenal dengan wisata Budayanya. Seni musik, seni tari dan ritual upacara adat Bali menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau Bali.

Hal ini semakin menambah kekayaan khasanah pariwisata di Bali dan semakin mengukuhkan Bali sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata Internasional.Tak hanya menjadi destinasi terbaik di dunia, Bali juga menjadi juara satu destinasi terbaik se-Asia mengalahkan Thailand, Jepang,China, Singapura, juga Korea Selatan. Bali yang juga sering disebut Pulau Dewata ini selalu menarik untuk dikunjungi karena banyaknya akomodasi hotel, destinasi wisata yang unik, keindahan alam yang masih sangat terawat, juga pantainya selalu menjadi magnet tersendiri bagi mereka yang ingin berlibur.
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali terus meningkat dari tahun ke tahun.

Bali yang begitu kuat tidak mungkin akan terhindar dari ritme cepat globalisasi dengan segala tantangannya. Pengembangan pariwisata Bali ke depan harus tetap mempertahankan budaya dalam menghadapi era globalisasi. Bahkan Bali tidak berlebihan dikatakan sebagai jantung pariwisata Indonesia yang akan menyelamartkan dan menjadi kekuatan menghadapi serbuan globalisasi. Pariwisata yang selalu menjaga faktor lingkungan. Lingkungan tidak bisa dilepaskan pula dari budaya masyarakat Bali. Jika lingkungan tidak terjaga dengan baik maka daya tarik dan kekuatan pariwisata di Bali akan hilang. Dibutuhkan kecerdasan baru dalam meningkatkan daya saing, melalui kreativitas dan kecepatan dalam pengambilan keputusan. pengembangan Pariwisata di Provinsi Bali secara bertahap akan diupayakan secara menyeluruh dan berkesinambungan, sehingga mampu meningkatkan peran dan potensinya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Berbagai upaya akan ditempuh untuk mempertahankan keunggulan Bali sebagai daya tarik tujuan wisata, seperti membangun budaya bersih sehingga Bali tetap terpelihara kebersihan dan mampu memebebaskan Bali dari sampah, menjadikan Bali sebagai pembangunan green ekonomi.Bali memilki daya tarik pariwisata dengan kearifan lokal yang senantiasa melekat pada budaya dan sikap keberagaman. Budaya Bali perlu diperhatikan seperti daerah lainnya sebagai puncak kebudayaan nasional. Berbagai kearifan lokal sangat luar biasa dan bisa menjadi contoh daerah lainnya. Perkembangan pariwisata Bali dari tahun ke tahun seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat Bali yang merupakan pemeran utama dalam adat dan budaya Bali. Tidak dipungkiri wisatawan domestik dan mancanegara datang ke Bali karena kearifan lokal Bali yang tidak didapatkan di wilayah lain. Adat, budaya dan agama yang masih dipertahankan dan dilestarikan masyarakat Bali adalah kunci utama dari pariwisata Bali. Bali dengan sejuta pesona wisatanya tidak lepas dari adat budaya dan agama yang dianut masyarakat Bali, ciri khas masyarakat Bali yang sangat bersahabat dan mudah bergaul terhadap wisatawan dan para pendatang memang tidak diragukan lagi. Berbeda dengan wilayah lain di Indonesia yang kearifan lokalnya sudah memudar, Bali masih bisa mempertahankannya dan masih eksis hingga sekarang. Selain itu, pengembangan destinasi pariwisata, seperti pengembangan desa wisata, meningkatkan profesionalisme sumber daya manusia, pengendalian dan pengawasan usaha sarana pariwisata, pemeliharaan dan pelestarian budaya (warisan budaya dunia) juga akan terus ditingkatkan baik kualitas dan kuantitasnya.

Selanjutnya juga mengembangkan infrastruktur jalan menuju obyek wisata, meningkatkan akses jalan dan memperpendek jarak tempuh dengan membangun shortcut. Pengembangan transportasi baik melalui darat, laut dan udara. Para pelaku pariwisata beserta seluruh masyarakat Bali bersama-sama, untuk bersinergi menjadi bagian penting untuk bisa memberikan kontribusinya yang nyata untuk memajukan pariwisata di Provinsi Bali. Dengan adanya keterlibatan seluruh jajaran, tentu akan dapat memperkaya ide dan gagasan dalam menjaga pariwisata Bali, pada masa yang akan datang.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started